A Green Wall

Posted: October 23, 2012 in berbagi sdikit
Tags:

Taman Vertikal , Solusi hijau untuk lahan minimalis

Pembangunan kota-kota besar di Indonesia umumnya tidak diimbangi dengan penghijauan atau pembuatan taman hijau kota sebagai areal untuk megurangi dampak dari global warming. Hanya sebagian kecil saja kota di Indonesia yang memperhatikan hal ini. Hendaknya dalam hal perencanaan wilayah kota di Indonesia yang saat ini belum terlalu padat penduduknya disediakan lahan khusus untuk dijadikan sebagai taman kota yang memang harus di implementasikan, bukan hanya sekedar program pemerintah untuk selama-lamanya.

Sebagai solusi untuk perkotaan yang jumlah penduduknya sudah sangat padat seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar yaitu membuat lahan hijau secara vertical karena lahan secara horizontal umumnya sudah dipadati dengan gedung-gedung tinggi yang biasa juga disebut taman vertical.
Sebuah taman vertikal / dinding hijau adalah dinding baik berdiri bebas atau bagian dari suatu bangunan, yang sebagian atau seluruhnya ditutupi dengan vegetasi dan sebagai media tumbuhnya yaitu tanah atau bahan anorganik. Konsep dinding hijau sebenarnya telah ada sejak 600 SM yaitu Taman Gantung Babilonia. Baru-baru ini konsep dinding hijau telah digunakan dengan teknologi hidroponik yang inovatif oleh Patrick Blanc botani Perancis. Vegetasi untuk permukaan selalu menempel di dinding luar, dengan dinding hidup ini juga biasanya terjadi, meskipun beberapa dinding hidup juga dapat menjadi dinding hijau untuk penggunaan interior. Untuk dinding hidup ada banyak metode, termasuk yang melekat pada dinding, dimana udara yang masuk pada gedung berasal dari vegetasi dinding gedung. Hal ini juga disebut sebagai dinding hidup(biowalls), taman vertikal atau lebih ilmiahnya VCWV (Vertical Vegetated Complex Walls).

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Green_wall

Di dunia internasional taman vertikal memiliki banyak sebutan, diantaranya: vertical garden, vertical landscape, greenwall, living wall dan lain sebagainya.

Terdapat 2 jenis taman vertikal yaitu green façades dan living wallsGreen Facades merupakan dinding yang ditumbuhi dengan tanaman yang merambat yang langsung tumbuh di dinding, sedangkan Living Wall merupakan dinding yang diberi media tanam untuk tanaman. Jenis ini biasanya terdiri dari rangka (frame), panel tanaman, sistim irigasi/penyiraman dan pemupukan, media tanam dan tanaman itu sendiri.

Taman vertikal dapat  membantu menyelesaikan masalah penghijauan pada area yang memiliki lahan/bidang horizontal yang luasnya terbatas.

MANFAAT TAMAN VERTIKAL

  • Menambah keindahan alami lingkungan
  • Menciptakan taman cantik di lahan terbatas
  • Menahan panas dari luar
  • Mengurangi tingkat kebisingan suara
  • Mengurangi polusi udara
  • Menangkap partikel-partikel kotoran
  • Mengurangi efek tampias hujan
  • Meningkatkan suplai oksigen

APLIKASI TAMAN VERTIKAL

Aplikasi taman vertikal dapat dikelompokan menjadi :

  • Di luar ruangan (Outdoor)
  • Di dalam ruangan (indoor)
  • Penyekat/pemisah
  • Penutup bangunan (building façade)

POLA/PATRON TAMAN VERTIKAL

Pola penyusunan tanaman pada suatu taman vertikal dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • Satu jenis tanaman
  • Pola tertentu
  • Alamiah (natural/wild)

METODE PEMBUATAN TAMAN VERTIKAL

Banyak cara atau metode untuk membuat taman vertikal, beberapa diantaranya dengan :

MEDIA DAN JENIS TANAMAN

Karena dipasang di bidang vertikal, pertimbangan penting untuk mewujudkan taman ini adalah pemilihan jenis tanaman dan media tanam. Disarankan memakai media tanam yang ringan agar tidak membebani struktur dinding. Contohnya campuran peatmoss (gambut) dan cocopeat. Gambut mengandung nutrisi untuk pertumbuhan dan cocopeat baik untuk menyimpan air. Media tanam pada umumnya bukan tanah. beberapa media tanam yang kerap digunakan pada taman vertikal : cocopeat, sekam, pumice, perlite, rumput laut dan lain-lain.

Sedangkan tanaman dipilih dari jenis yang dapat merambat atau tumbuh menjuntai ke bawah agar terlihat cantik. Misalnya: adiantum (suplir), lili paris, phytonia, bromelia, kadaka, tanduk menjangan, sirih gading, pakis boston dan masih banyak lagi jenis.

Taman vertikal menggunakan lebih dari satu jenis tanaman. Komposisi tanaman sebaiknya dipilih dengan variasi warna yang beragam. Tanaman juga harus disesuaikan dengan kebutuhan indoor dan outdoor. Untuk aplikasi di dalam ruangan, taman harus dibantu dengan lampu artifisial sebagai sumber cahaya untuk proses fotosintesis.

SISTIM PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN

Apabila ukuran taman vertikal tidak terlalu besar dan tinggi (maks. 2.5m), penyiraman dapat dilakukan secara manual menggunakan selang. Sedangkan pemupukan dapat menggunakan penyemprot (sprayer). Bila ukurannya besar maka harus menggunakan sistim penyiraman mekanis dengan pompa dan pemupukan dengan infus atau dosing unit. Agar tidak merepotkan, dapat digunakan pengatur waktu (timer) yang akan mengatur secara otomatis waktu-waktu penyiraman dan pemupukan.

Lay-out sistim penyiraman taman vertikal untuk ukuran besar :

Sumber : http://www.tamanvertical.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s